relawan-darah-bflfAksi ini tidak seangker namanya. Para relawan ini memang mencari darah tapi tujuannya untuk kemanusiaan. Mereka mencari para pendonor yang rela menyumbangkan darahnya untuk pasien di rumah sakit. Mereka tergabung dalam wadah Blood For Life Foundation atau BFLF Aceh Barat Daya.

Sejak April 2014 lalu para relawan ini beraksi. Mereka langsung mencari para pendonor bila mendapat kabar ada pasien membutuhkan golongan darah tertentu. Sembari menyebar ke setiap sudut Aceh Barat Daya mencari pendonor, Blackberry Messenger dan laman Facebook pun dimanfaatkan para relawan untuk menyampaikan pesan.

Di setiap pesan yang disebar selalu tercantum golongan darah yang dibutuhkan, nama pasien, umur, jenis penyakit yang diderita, alamat pasien, hingga nomor kontak yang dapat dihubungi. “Informasinya memang kita sebar lewat dunia maya agar diketahui oleh orang banyak. Kadang-kadang ada orang yang merekomendasi saudara maupun temannya jika diketahui memiliki golongan darah yang sedang dibutuhkan,” ujar Mizardi, relawan BFLF Aceh Barat Daya, Sabtu 10 Mei 2014.

Mencari pendonor darah, kata dia, bukan perkara gampang. Apalagi, banyak masyarakat tidak mengetahui golongan darahnya sendiri. “Saya berharap ke depan ada sebuah database darah, misalnya di Rumah Sakit Teungku Peukan. Selain itu, perlu digalakkan acara-acara donor darah agar makin banyak jumlah para pendonor yang terhimpun,” ujar Mizardi.

Amar, seorang pendonor yang pernah menyumbangkan darahnya, menilai kehadiran BFLF Aceh Barat Daya sangat membantu masyarakat. “Kalau bisa ditingkatkan penyebaran pesannya lewat media, brosur, atau SMS agar dapat diketahui oleh masyarakat luas. Jika melalui BBM hanya terbatas diketahui oleh kalangan pengguna Blackberry saja,” saran Amar yang bergolongan darah O ini.

Hal serupa juga dikatakan oleh Asryadi, salah seorang pendonor. “Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan BFLF ini sangat bermanfaat sehingga mempermudah keluarga pasien mencari pendonor darah,” ujarnya.

Walau kerap mendapat pesan broadcast dari relawan BFLF, Asryadi tidak merasa terganggu.  “Setiap hari juga tidak masalah apalagi setiap saat selalu ada pasien yang membutuhkan darah. Semoga BFLF ini tak berhenti melakukan yang terbaik untuk kemanusiaan,” papar  Asryadi.[] Salmairi

Leave a Reply

Your email address will not be published.