PEMERINTAH akan menyalurkan dana desa tahap III. Dana ini hanya diberikan kepada kabupaten dan desa yang sudah menerima dana tahap I dan II. Kabupaten dan desa yang belum menerima tahap I dan II akan ada penundaan sampai dana tersebut disalurkan.

“Saya sudah perintahkan Direktur Dana Perimbangan, mulai hari ini, dana desa tahap III segera ditransfer,” kata Dirjen Perimbangan Keuangan Boediarso Teguh Widodo dalam keterangan persnya, Senin, 16 November 2015.

Pemerintah telah menyalurkan 80 persen pagu dana desa senilai Rp16,6 triliun secara tepat waktu. Masing-masing penyaluran tahap I dan tahap II, kata Boediarso, Rp8,3 triliun dan Rp8,3 triliun.

Namun, hingga 13 November, dana desa yang sudah disalurkan dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Rekening Kas Desa (RKD) baru mencapai Rp6,2 triliun. Dari 434 kabupaten dan kota, Boediarso, baru 244 yang melaporkan penyaluran dari RKUD ke RKD.

“Untuk penyaluran tahap I, dari 244 daerah, 136 telah menyalurkan seluruh dana ke desa sebesar Rp2,89 triliun atau 34,7 persen. 84 daerah baru menyalurkan sebagian dana desa sebesar Rp1,16 triliun atau 14 persen dan 24 persen belum menyalurkan sama sekali padahal ini tahap I,” ujar Boediarso.

Sementara, untuk tahap II, 129 daerah sudah menyampaikan laporan dimana, 59 daerah telah menyalurkan seluruh dana desa dengan jumlah Rp1,23 triliun atau 14,9 persen.

Selain itu, 66 daerah baru menyalurkan sebagian dana desa sebesar Rp968 miliar atau 11,7 persen, dan 4 daerah belum menyalurkan sama sekali.

Oleh karena itu, kata Boediarso, salah satu arah kebijakan dana desa tahun depan adalah menerapkan reward dan punishment dalam menyalurkan dana desa kepada kabupaten, kota, dan desa.(rilis)