LAJU nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) terus melemah di perdagangan siang ini. Rupiah melemah hingga menyentuh level Rp13.738 per USD pukul 12.20 WIB.

Data Bloomberg mencatat, pagi tadi Rupiah sempat dibuka menguat 56 poin atau 0,41 persen di Rp13.693 dibandingkan penutupan kemarin Rp13.749 per USD.

Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan menurunnya laju Euro, Swisfranc, dan beberapa mata uang di sekitaran Zona Euro setelah merespon insiden teror di Paris, memberikan sentimen negatif pada laju Rupiah.

Apalagi, sebelumnya sejumlah mata uang melemah terhadap USD yang dimotori oleh EUR setelah merespon hasil pidato ECB yang masih mengindikasikan perlambatan berujung diperlukannya stimulus, sehingga membuat Rupiah masih melemah.

“Akan adanya penguatan laju Rupiah tampaknya namun mengingat sentimen yang ada masih belum cukup mendukung untuk penguatan Rupiah. Untuk itu, tetap mewaspadai dan cermati sentimen yang akan muncul seiring masih adanya potensi pelemahan lanjutan. Laju Rupiah di bawah target support 13.588. Rp 13.805-13.695 (kurs tengah BI),” ujarnya dalam riset harian, Selasa, 17 November 2015.

Bahkan adanya surplus neraca perdagangan sebesar USD 1,01 miliar tidak mampu membantu laju Rupiah keluar dari zona merah.

Kemungkinan hal tersebut dikarenakan masih terjadi penurunan atas nilai ekspor dan impor di mana masing-masing turun -20,98 persen dan -27,81 persen. Terlihat, laju USD bergerak menguat terhadap EUR, GBP, NZD, JPY, CNY, CHF, dan beberapa lainnya.(merdeka.com)