DIREKTUR Institute For Developments of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapkan ada dua kebijakan pemerintah yang salah kaprah, sehingga justru membuat perekonomian terus menurun.

Salah satunya, kebijakan menghapus subsidi bahan bakar minyak. Padahal tujuan kebijakan itu untuk menggenjot sektor produksi, tapi justru menimbulkan kemerosotan di banyak sektor industri.

“Langkah kebijakan menyetop subsidi BBM malah membuat sektor ril kita banyak yang kolaps. Ini sangat serius. Target untuk penerimaan (pendapatan) negara yang ditargetkan naik 30 persen malah menurun,” ujar Enny saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 9 Mei 2015.

Selain itu, kata Enny, kebijakan di bidang ekonomi yang semula dibuat untuk meningkatkan penerimaan uang negara malah menurunkan pendapatan negara.

Indikator kedua penyebab merosotnya ekonomi adalah kontribusi struktur ekonomi masih timpang antara sektor jasa dengan sektor produksi. Di mana pertumbuhan di sektor produksi tidak menunjukan progres yang signifikan, dan masih di dominasi sektor jasa.

Enny menambahkan, karena kontribusi struktur ekonomi Indonesia lebih didominasi dengan jasa, banyak kontribusi lainnya tidak tercapai.

“Kita ingin menggeser kontribusinya ke bidang pembuatan barang atau produksi, tetapi tidak tercapai,” kata Enny.

Untuk itu, Enny mendukung agar Presiden Joko Widodo segera melakukan perombakan kabinet. Terutama menteri bidang ekonomi. Sebab dua hal penyebab kemerosotan ekonomi itu karena kinerja menteri-menterinya tidak sesuai harapan. (viva.co.id)