Pemerintah mengupayakan pemberian bunga rendah untuk kredit bagi usaha kecil dan menengah, termasuk kredit usaha rakyat (KUR). Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil usai rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2015.

“Selama ini, kan, suku bunga terlalu tinggi, maka dari itu pemerintah mencari jalan supaya bisa menurunkan bunga kredit kecil, termasuk KUR,” kata Sofyan

Upaya penekanan suku bunga kredit, kata Sofyan, dilakukan untuk merevitalisasi usaha kecil dan menengah agar dapat memperoleh kredit dan tidak macet. Sofyan mengatakan salah satu upaya untuk menekan suku bunga tersebut adalah memberikan likuiditas kredit dari pemerintah.

“Itu yang akan kita lakukan studi lebih lanjut dan membahas lebih rinci lagi dalam satu bulan mendatang, tidak lama lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan selama ini suku bunga untuk kredit usaha kecil dan menengah tinggi, yakni 21 persen, karena pemberian dana tersebut berasal dari bank. “Selama modal itu dari perbankan, bunganya pasti mahal, kan. Karena itu, harus diinjeksi dengan kredit likuiditas dari pemerintah seperti program-program zaman dulu,” tuturnya.

Untuk memberikan likuiditas tersebut, Sofyan melanjutkan, perlu dikaji lebih lanjut cadangan modal yang masih dimiliki pemerintah. “Harus dilihat lagi berapa banyak cadangan pemerintah yang ada, apakah bisa dipakai atau barangkali kita akan menggunakan pinjaman internasional untuk menjadikan kredit likuiditas itu,” ucapnya.

Selain itu, dia melanjutkan, perlu dikaji sumber pendanaan, likuiditas, serta besaran likuiditas yang sanggup diberikan.(tempo.co)