MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan urusan dengan PT Freeport Indonesia sudah selesai.

Dengan begitu, tidak perlu lagi ada pertemuan khusus dengan Freeport pada kunjungan Presiden Joko Widodo di Washington DC, Amerika Serikat.

“Urusan dengan Freeport kan sementara sudah selesai dengan surat dari Kementerian ESDM. Kami membahas hal-hal lain (selain Freeport) yang lebih luas,” kata Sudirman dalam keterangan resmi yang diterima di Nusa Dua, Senin, 26 Oktober 2015.

Surat yang dimaksud itu tertanggal 7 Oktober 2015 yang ditujukan kepada Chairman of the Board Freeport McMoran Inc James R. Moffet. Surat nomor 7522/13/MEM/2015 itu mengenai perpanjangan operasi.

Presiden Joko Widodo pun mengetahui isi surat tersebut lantaran di akhir surat tertera tembusan Presiden Republik Indonesia.

Ada empat poin dalam surat tersebut. Salah satu poinnya menyatakan bahwa Freeport berkomitmen untuk menginvestasikan dana tambahan sebesar US$ 18 miliar untuk kegiatan operasi selanjutnya.

Di negeri Paman Sam itu, Sudirman melakukan beberapa pertemuan dengan investor migas dan ketenagalistrikan. Di sektor ESDM, hampir semua bekerja sama dengan Amerika Serikat mulai dari minyak, gas, ketenagalistrikan, nineral, dan energi terbarukan.

“Dari 14 business deal, 11 di antaranya dari sektor ESDM. Yang terbanyak adalah investasi di bidang ketenagalistrikan, energi bersih, dan migas,”ujarnya.(beritasatu.com)