BANYAK pesaing tak mengurungkan niat Abdur Rasyid dan Lanang Kharisma untuk membuka bisnis sablon buka-baju.com atau BBDC. Lewat bisnis itu, mereka memberi keleluasaan kepada pelanggan untuk mendesain gambar kaus hingga melayani konsultasi desain sablon. Sablon kaus satuan tetap dilayani untuk memancing pesanan yang lebih besar.

Bisnis BBDC dirintis dengan modal Rp5 juta. Sumber modal diperoleh dari patungan gaji bulanan kedua pegiatnya. Modal awal dibelikan sejumlah perangkat sablon dan menyewa tempat untuk produksi dan kantor promosi. Lokasi kantor dipilih di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, atas pertimbangan bahwa di sana belum banyak saingan bisnis.

Rasyid mengakui, memilih nama brand buka-baju.com alias BBDC karena keisengan. Para karyawan BBDC kerap tak memakai baju atasan ketika melakukan proses produksi. Karena, wilayah Tangerang Selatan panas sehingga mereka pun memilih membuka baju. Ia dan Lanang menilai sepertinya unik jika “buka baju” menjadi merek dagang. Selain itu, nama tersebut dinilai efektif menarik perhatian dan mengundang penasaran khalayak.

Pada awal merintis usaha, promosi luar dan dalam jaringan internet digencarkan. Respons pasar di dua hingga tiga bulan pertama memang masih sepi. Order pun masih kecil-kecil dan satuan. Sehingga, Rasyid kerap menambal biaya produksi. “Yang jadi daya tarik, kita bisa melayani order sablon satuan, yang minat bikin banyak dan bermacam-macam,” katanya.