Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama akan bertemu pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama di Gedung Putih hari ini waktu setempat. Rencana itu tampaknya akan mengundang kemarahan China.

“Presiden akan bertemu Dalai Lama dalam kapasitasnya sebagai pemimpin relijius dan pemimpin budaya,” ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional Caitlin Hayden, seperti dilansir situs asiaone.com, Jumat (21/2).

Obama sebelumnya bertemu Dalai Lama di Gedung Putih pada 2011. Peristiwa itu dikabarkan menuai kecaman dari Beijing. China menyebut kejadian itu sudah melukai hubungan Amerika dan China.

Obama akan bertemu Dalai Lama di Ruang Peta di lantai dasar Gedung Putih, bukan di Ruang Oval seperti biasanya dia bertemu dengan pemimpin atau tamu negara.

Hayden menekankan Amerika tetap mendukung Dalai Lama namun masih mengakui Tibet sebagai bagian dari Republik Rakyat China.

“Kami tidak mendukung kemerdekaan Tibet,” kata dia.

China sudah berpuluh tahun menentang pertemuan pemimpin negara dengan Dalai Lama setelah pemimpin spiritual umat Buddha itu pergi ke India pada 1959. Ketika itu Dalai Lama gagal mengadakan perlawanan terhadap pemerintah China. Dalai Lama menyatakan dia ingin Tibet meraih otonomi sendiri ketimbang kemerdekaan.

Lebih dari 120 warga Tibet membakar diri dan bunuh diri dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk protes terhadap tekanan pemerintah China. (merdeka.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.