PEMERINTAH akan merekrut tenaga ahli kehumasan pemerintah (government public relation) karena banyak hal baik yang sudah dilakukan pemerintah tak tersampaikan dengan baik kepada publik.

“Hal ini terjadi akibat banyak Humas pemerintah yang kompetensinya kurang, dan tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai,” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, saat sosialisasi Government Public Relation (GPR) di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2015.

Pada tahap awal, kata Rudiantara, akan direkrut 100 orang tenaga ahli GPR untuk ditempatkan di kementerian atau lembaga sebagai tenaga ahli, dan akan digaji cukup tinggi.

Tugas para tenaga ahli itu, kata dia, mendukung Humas pemerintah yang ada dalam mengomunikasikan kebijakan pemerintah. “Rinciannya akan kami sampaikan tanggal 9 Oktober mendatang,” ujar Rudi.

Sementara, Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, tenaga ahli bisa dari PNS atau profesional. Adapun sistem rekrutmennya juga sama dengan Calon Pegawai Negeri Sipil dan sifatnya temporer.[]