DELAPAN BELAS tahun lalu, Apple Inc nyaris bangkrut. Namun, keadaan kini berbalik. Apple sekarang sedang berupaya untuk menjadi perusahaan Amerika pertama yang bernilai US$ 1 triliun.

Adalah Steve Jobs yang membantu Apple menjadi perusahaan hebat dengan mengeluarkan produk-produk inovatif seperti iPod dan iPhone yang membuat konsumen jatuh cinta.

Sejak mengambil alih posisi Jobs pada Agustus 2011, CEO Apple saat ini Tim Cook sudah menggandakan pendapatan dan laba Apple. Hal itu dipicu oleh penjualan kuat dari produk andalan mereka yakni iPhone.

Cook juga berhasil menjadikan Apple sebagai perusahaan yang menelurkan teknologi-teknologi yang dapat digunakan (wearable) melalui Apple Watch.

Namun, pertumbuhan Apple di masa depan akan sangat tergantung pada bisnis softwarenya.

Menurut analis FBR Capital Market Daniel Ives, software merepresentasikan ‘permata mahkota’ yang tertanam dalam produk dan layanan Apple yang pada akhirnya akan membantu perusahaan ini menjadi perusahaan pertama AS bernilai US$ 1 triliun.

Ives juga menyematkan saham Apple peringkat ‘outperform’ – setara A+ untuk versi Wall Street. Menurutnya, saham Apple akan melaju hingga ke posisi US$ 185 (saat ini saham Apple seharga US$ 125).

Jika prediksi Ives tepat, nilai perusahaan raksasa teknologi ini akan mencapai US$ 1 triliun. Namun, patut dicatat bahwa prediksi yang dibuat Ives ini merupakan target harga yang paling bullish di antara analis Apple lain yang dihimpun oleh FactSet Research.

Software Apple, yang dinamakan sistem operasi mobile iOS, merupakan resep rahasia bagi masa depan perusahaan karena software ini membantu melindungi perusahaan dari ‘keinginan konsumen yang berubah-ubah’ sehingga dapat memukul penjualan perangkat Apple.

Ives menambahkan, perangkat lunak ini berfungsi sebagai platform bagi para pengembang untuk menciptakan jutaan aplikasi yang membuat perangkat Apple lebih bermanfaat bagi penggunanya. “Dengan kata lain, software ini merupakan lem pengikat yang menghubungkan iPhone, iPad, dan iPod,” paparnya.

Saat ini, nilai Apple mencaoai US$ 728 miliar, dan sudah menjadi perusahaan dengan nilai perusahaan tertinggi dunia. Baru kemudian diikuti oleh ExxonMobil senilai US$ 363 miliar, Berkshire Hathaway Warren Buffett senilai US$ 347 miliar, dan Microsoft senilai US$ 339 miliar.(kontan.co.id)