in ,

Pertamina Bolehkan Pertamini, Asal …

Gerai Pertamini | Go UKM

KEBERADAAN kios-kios pengisian bahan bakar dengan nama Pertamini kian marak dalam beberapa tahun terakhir. Kios ini dinilai unik.

Berbeda dengan kios-kios biasa yang menggunakan botol, Pertamini menggunakan selang dan pompa yang mirip digunakan di stasiun pengisian bahan bakar umum. Karena keberadaan selang dan pompa ini, banyak yang mengira Pertamini bagian dari Pertamina.

Namun, menurut Head of Marketing Communication Pertamina Dendi Danianto, Pertamini bukan bagian dari Pertamina. Selain itu, tak ada kaitan bisnis antara Pertamina dengan pemilik kios Pertamini.

Pertamina, kata Dendi Danianto, tidak mempermasalahkan penggunaan nama Pertamini. Sebab nama tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran brand. “Bukan punya kita. Kita tahu saja kebetulan lewat. Tapi (Pertamini) tidak menyalahi brand secara hukum,” ujar Dendi saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Rabu, 13 Desember 2017.

Namun ia mengimbau para pemilik kios Pertamini untuk lebih peduli dan meningkatkan sisi keamanan. Seperti tidak mengisi bahan bakar ke tangki kendaraan apabila membeli masih merokok. “Kalau ada yang merokok jangan cuek. Kalau apinya menyala bagaimana? Jangan tunggu kejadian baru belajar,” ujar Dendi.

Menurut Dendi, sebagian masyarakat sudah terlanjur menganggap Pertamini bagian dari Pertamina. Karena itu, sudah sebaiknya pemilik Pertamini juga meningkatkan sisi keamanan sesuai standar dari Pertamina. “Pertamina mendukung UMKM. Tapi kita cuma bisa mengimbau. Jadi mari kita fokus pada safety, lebih menjaga satu sama lain.”

Namun, ucapan Dendi berbeda yang disampaikan Officer Communication & Relation Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV Jawa Bagian Tengah Muslim Dharmawan pada April lalu. Muslim menyebutkan, Pertamini ilegal. “Kami sudah berkoordinasi dengan jajaram Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan sepakat jika usaha pertamini adalah ilegal,” ujarnya seperti dikutip Tempo.co.

Selain itu, kata dia, Pertamini juga melanggar aturan dengan menggunakan logo dari PT Pertamina. “Sampai saat ini, sesuai dengan undang-undang yang berlaku lembaga penyalur BBM adalah SPBU, baik milik swasta atau milik Pertamina sendiri, sedangkan pemilik Pertamini mendapatkan BBM dengan membeli langsung dari SPBU sehingga harga yang ditetapkan sesuai ongkos pengiriman.”[] KOMPAS | TEMPO

Penderita Sakit Jantung di Aceh Tinggi