PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax setelah sempat dibatalkan kenaikannya.

Jenis BBM RON 92 itu mengalami kenaikan mencapai Rp500 per liter, sehingga harga Pertamax menjadi Rp9.300 per liter dari harga sebelumnya yaitu Rp8.800 per liter.

Sedangkan BBM RON 95 atau Pertamax Plus naik sebesar Rp150 per liter menjadi Rp10.050 per liter. Harga Pertamax itu lebih mahal Rp200 dibandingkan dengan BBM beroktan sama pada SPBU swasta, seperti Shell dan Total.

Pengamat Migas Marwan Batubara mengatakan, naiknya harga Pertamax bukan hal yang spesial dan aneh.

“Sempat dibatalkan kenaikannya karena jika dinaikkan pada 20 Mei lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) khawatir memicu protes. Pada saat itu juga waktunya tidak tepat untuk dinaikkannya,” ujar Marwan, Sabtu, 30 Mei 2015.

Selain itu, kata Marwan, jika waktu itu dipaksakan untuk tetap dinaikkan,  dikhawatirkan adanya aksi protes.

Sebelumnya, Pertamina sudah mengomunikasikan niatnya untuk kembali menaikkan harga BBM jenis Pertamax sebesar Rp800 per liter menjadi Rp9.600 per liter pada pertengahan Mei lalu, tapi tiba-tiba dibatalkan.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, alasan Perseroan kembali menaikkan harga jual pertamax karena perseroan pelat merah itu tak mau ketinggalan dengan operator perusahaan lain yang lebih dulu menaikkan harga jual BBM RON 92. Salah satunya, Shell.

“Kompetitor sudah naikkan harga lebih dulu. Harga minyak saat ini memang sedang naik, tapi merambat jadi tidak signifikan. Ini kan produk, ada harga indeks pasar yang diacu,” ujar Wianda saat ditemui di SPBE Cakung, Jakarta Timur, Jakarta, Jumat kemarin.

Karena itu, Perseroan akhirnya memutuskan menaikkan harga Pertamax. Terlebih, minyak dunia kini kembali bergejolak. Dia berharap, kenaikan harga Pertamax yang sempat tertunda bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Wianda memastikan, harga baru nanti bakal di bawah harga yang ditetapkan kompetitor seperti Shell dan Total. “Dengan harga yang merambat naik ini, ya, wajar kami melakukan penyesuaian sesuai dengan posisinya. Kami memang butuh penyesuaian karena harganya internasional sudah bergerak,” ujar Wianda.

Namun, setelah menaikkan harga, hari ini Pertamina menyatakan bakal mengevaluasi kembali harga Pertamax dan Pertamax Plus.

Rencananya, evaluasi itu akan dilakukan dua pekan mendatang. Evaluasi bertujuan untuk melihat perkembangan pasar setelah kenaikan harga.

“Seperti apa respon konsumen dan bagaimana perkembangan harga minyak dunia,” kata Wianda Pusponegoro, Sabtu, 30 Mei 2015.

Menurut dia, dari hasil evaluasi itu akan ditentukan apakah akan muncul harga baru. “Kalau ada penurunan harga bisa saja kembali turun,” ujarnya.

Terkait selisih harga yang cukup besar dibandingkan kompetitor, ia mengatakan hal itu wajar. “Kami tidak bisa mengatur besaran kenaikan harga perusahaan lain, tapi ketika harga mereka naik, Pertamina juga harus ikut penyesuaian.”

Berikut daftar lengkap harga Pertamax di berbagai wilayah di Indonesia, seperti dikutip dari situs resmi Pertamina, Sabtu, 20 Mei 2015:

1. Aceh Rp10.950
2. Sumatera Barat Rp10.850
3. Sumatera Utara Rp10.740
4. Bangka-Belitung Rp10.959
5. Bengkulu Rp10.750
6. Jambi Rp10.950
7. Lampung Rp10.950
8. Sumatera Selatan Rp10.950
9. Banten Rp9.300
10. DKI Jakarta Rp9.300
11. Jawa Barat Rp9.300
12. Jawa Tengah Rp9.400
13. DI Yogyakarta Rp9.400
14. Jawa Timur Rp9.500
15. Bali Rp9.500
16. Nusa Tenggara Barat Rp10.900
17. Nusa Tenggara Timur Rp11.300
18. Kalimantan Selatan Rp10.500
19. Kalimantan Tengah Rp10.500
20. Kalimantan Timur Rp10.500
21. Kalimantan Utara Rp10.600
22. Gorontalo Rp11.900
23. Sulawesi Barat Rp11.750
24. Sulawesi Selatan Rp11.200
25. Sulawesi Tengah Rp11.400
26. Sulawesi Tenggara Rp11.500
27. Sulawesi Utara Rp11.50p
28. Maluku Rp12.350
29. Maluku Utara Rp13.750
30. Papua Rp13.150
31. Papua Barat Rp13.650

(tempo.co, kompas.com, okezone.com, jppn.com)