Gelandang legendaris Barcelona ditawarkan menjadi melatih klub Katalan. Sejak kapan Xavi mengambil kursus kepelatihannya?

Xavi Hernandez, bekas pemain tengah Barcelona dirumorkan bakal mengisi kursi pelatih baru klub Katalan tersebut musim ini. Xavi disebut-sebut akan menggantikan Ernesto Valverde yang beberapa musim belakangan dianggap gagal mendongkrak performa Barcelona.

Isu yang beredar, Barcelona telah menemui Xavi di Qatar dan menawarkan hal tersebut setelah tim Katalan dikalahkan Atletico Madrid 2-3 saat semifinal Piala Super Spanyol, Jumat lalu.

Perwakilan Barcelona yang menemui Xavi adalah direktur sepakbola Eric Abidal dan kepala eksekutif Oscar Grau. Di Doha, sembari menjenguk Ousmane Dembélé yang sedang menjalani operasi, keduanya juga mengunjungi Xavi, yang kini sedang melatih Al-Sadd. Stasiun radio RAC1 dan surat kabar AS melaporkan Xavi ditawarkan kontrak sebagai pelatih baru di Camp Nou selama dua setengah tahun.

Namun, Xavi buru-buru mengonfirmasi rumor tersebut. Dia mengakui ingin melatih Barcelona suatu hari nanti. “Saya akan suka melatih Barca, tapi sekarang fokus saya adalah Al-Sadd,” ujar Xavi. Dia enggan mengomentari apa yang sedang terjadi di Barcelona karena tetap menaruh respek terhadap klub yang membesarkan namanya tersebut, maupun terhadap Valverde.”

Xavi menambahkan, “Abidal adalah teman saya, tetapi saya harus menghormati Barca dan Al-Sadd. Tujuan saya adalah [berfokus pada] permainan berikutnya, dan saya tidak dapat menyangkal hal itu, tetapi mereka datang ke sini untuk melihat [Ousmane] Dembélé. Saya tidak bisa membicarakan topik ini dan pembicaraannya karena banyak masalah, dan seperti yang saya sebutkan, saya saat ini fokus pada Al-Sadd dan final Piala Qatar pada hari Jumat melawan Al-Duhail.”

Isu Xavi melatih Barcelona bukan kali ini saja menyeruak. Awal 2019, saat masih menjadi pemain Al-Sadd, media-media menyebut mantan gelandang legendaris Barcelona tersebut akan kembali ke klubnya untuk melatih tim utama.

Lalu, kapan Xavi mendapatkan lisensi pelatih?

Laman Sport menyebutkan pada 23 April 2019, Xavi mengambil kursus kepelatihan terakhirnya di markas utama RFEF (Federasi Sepak Bola Spanyol) di Las Rozas. Xavi akhirnya mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA Pro pada 1 Juli 2019. Lisensi Pro UEFA merupakan izin kepelatihan yang diberikan oleh UEFA. Seorang pelatih diberikan lisensi ini setelah merampungkan pelatihan UEFA B dan UEFA A.

Setelah mendapatkan semua sertifikat kepelatihan sesuai standar UEFA dan RFEF, Xavi telah memiliki syarat untuk melatih di La Liga atau liga-liga lain di seluruh dunia.

Untuk mendapatkan lisensi tersebut, ada periode enam bulan latihan yang diperlukan. Dari situlah, media-media merumorkan bahwa Xavi akan melatih Barcelona sejak Juli bertepatan dengan dimulainya La Liga musim 2019-2020.

Alih-alih melatih Barca, pada 20 Mei 2019, saat Xavi memutuskan gantung sepatu, manajemen Al-Sadd menawarkannya menjadi pelatih tim utama. Xavi yang bergabung dengan klub Qatar tersebut sejak 2015 langsung menerima tawaran tersebut. Xavi dikontrak Al-Sadd dua tahun. Ini artinya, mustahil dia kembali ke Barcelona musim ini.

Xavi Hernandez salah seorang gelandang terbaik dunia yang dihasilkan oleh akademi milik Barcelona, La Masia. Laman Wikipedia menyebutkan, Xavi memulai debut melawan RCD Mallorca pada 18 Agustus 1998. Sejak itu Xavi telah memainkan 673 pertandingan, mencetak 82 gol dan membuat lebih dari 180 assist untuk lebih dari 50 pemain. Xavi menjadi pemain pertama dalam sejarah Barcelona yang bermain 150 pertandingan timnas internasional.

Sementara untuk level tim nasional, dia berhasil membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia FIFA 2010. Xavi juga mendapat gelar pemain terbaik dalam kejuaraan Piala Eropa 2008. Xavi juga mengantarkan Spanyol menjadi juara di pentas Sepak Bola Eropa Kejuaraan Eropa UEFA 2012.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Masukkan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.