Pemerintah Aceh membarukan sistem pencatatan data corona menurut kelompok kasus.

Pasien Dalam Pengawasan atau PDP yang telah dikonfirmasi positif mengidap covid19 dikelompokkan terpisah dengan kelompok kasus PDP lainnya.

Pengelompokan ini mulai tampil sejak Senin malam, 13 April 2020, di laman web Dinas Kesehatan Aceh.

Pembaruan data, kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani, seiring pengembalian pasien positif corona yang terakhir kepada keluarganya melalui tim gugus tugas Kota Banda Aceh.

Menurut pengelompokkan data terbaru, hingga 14 April pukul 15.00 WIB jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP 1.411 orang. Ada penambahan 26 kasus dibandingkan sehari sebelumnya.

“Dari 1.411 ODP, 1.144 orang telah selesai menjalani proses pemantauan, 267 masih dalam pemantauan petugas kesehatan,” ujar Saifullah.

Sementara PDP bertambah dua menjadi 58 orang. Empat orang di antaranya dirawat di rumah sakit rujukan provinsi maupun kabupaten kota. Sedangkan 53 orang telah diizinkan pulang dan satu orang meninggal dunia.

Aceh Sementara Nihil Corona

“Saat ini sudah tidak ada lagi pasien positif covid19 yang dirawat di Aceh. Sebelumnya sempat tercatat lima orang, empat telah sembuh, satu meninggal dunia,” tambah Saifullah.

Meskipun tidak ada lagi yang positif, masyarakat diimbau tidak menurunkan tingkat kewaspadaan karena wabah virus corona belum selesai di Indonesia.

Bahkan Presiden RI Joko Widodo baru saja menetapkan Keputusan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 sebagai Bencana Nasional.

“Protokol pencegahan covid19 di Aceh harus tetap kita jalan dengan ketat. Semoga Allah melindungi seluruh masyarakat Aceh dari penyakit sangat menular ini.”

Dikutip dari dokumen resmi Kementerian Kesehatan tentang pedoman pencegahan covid19, corona adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari
gejala ringan hingga berat.

Setidaknya ada dua jenis coronavirus yang menyebabkan penyakit dengan gejala berat yakni Middle East Respiratory Syndrome atau MERS dan Severe Acute Respiratory Syndrome atau SARS.

Coronavirus Disease 2019 atau covid19 merupakan penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab covid19 ini dinamakan SarsCoV2.

Virus corona adalah zoonosis yang ditularkan antara hewan dan manusia. Penelitian menyebutkan SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cat) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia.

Adapun hewan yang menjadi sumber penularan covid19 masih belum diketahui.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Masukkan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.