Ahoi, Al A’raf Kini Punya Gedung Sendiri yang Cukup ‘Meusaneut’

0
151
Al A'raf Punya Gedung Sendiri
Siswa Al Araf Abdya/dok

Ada kabar baik dari Nanggroe Sigupai. Al A’raf, sekolah yang telah enam tahun menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Barat Daya (Abdya), kini mempunyai gedung milik sendiri yang diresmikan pada Ahad, 25 Oktober 2020.

Gedung baru Al A’raf memiliki enam ruangan dan berdiri di lahan seluas 1.500 meter persegi di tengah segar dan hijaunya alam Gampong Keudee Siblah, wilayah strategis di tengah Kota Blangpidie. Dilengkapi dengan Pojok Baca, tempat wudhu, dan musala.

“Untuk saat ini, gedungnya belum terbangun semua, tapi sudah cukup “meusaneut” untuk memulai belajar tatap muka, hari Senin depan (26 Oktober 2020), sesuai instruksi Dinas Pendidikan Abdya,” ujar Ketua Yayasan Miss Nuzulul Isna saat dihubungi via sambungan video dari Texas. Isna kini sedang menyelesaikan tesis doktornya di Amerika Serikat.

Pernyataan rendah hati dari Isna itu ditanggapi dengan baik oleh salah satu orang tua siswa, Ibu Ria. “Sebagai wali murid kami memaklumi dan tetap mengapresiasi semangat pihak yayasan dan guru-guru untuk mewujudkan gedung baru ini.”

Sekolah Al-A’raf adalah institusi pendidikan swasta yang berada di bawah naungan Yayasan Graha Ilmu Aceh Barat Daya. Yayasan ini didirikan pada 2014 oleh lima perempuan Abdya yang menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak.

Al A’raf memberikan layanan pendidikan untuk anak usia dini dan dasar. Dengan metode pembelajaran universal learning yang mengedepankan “setiap anak adalah isitimewa” dan penerapan karakter positif sejak usia dini.

Berbagai model kegiatan yang diselenggarakan sekolah ini telah menjadi standar kegiatan positif, bahkan telah dijadikan contoh oleh sekolah-sekolah lainnya di Abdya.

Pembangunan pertama ini akan segera diikuti pembangunan gedung-gedung PAUD, TK, gedung aula, dan laboratorium. Kompleks sekolah juga akan dilengkapi gedung perpustakaan dan masjid.

“Kami paling senang kalau miss (guru) kami mengajarnya pakai percobaan. Saya suka percobaan elephant tooth paste dan awan dalam gelas,” ujar Habib, siswa kelas dua. “Asyik belajar begini. Tidak bosan.”

“Siswa-siswi kami memang rata-rata berminat pada pelajaran sains yang disajikan melalui eksperimen sederhana. Karena itu, kami merasa bahwa laboratorium adalah prasarana yang penting untuk menampung minat para siswa,” jelas Kepala Sekolah Dasar Al A’raf, Sukri Adani. Hal ini diiyakan oleh Irfandy, guru kelas satu.

“Dengan cara memperbanyak eksperimen ini, siswa betah berada di sekolah. Selama delapan bulan belajar daring, banyak orang tua siswa menghubungi kami, menanyakan kapan sekolah masuk kembali, karena putra-putri mereka rindu sekali sekolah,” kata Irfandy.

Berkah Corona

Namun, pandemi COVID 19 juga membawakan berkah yang tak disangka-sangka bagi Al A’raf.

“Masa pandemi telah memberikan sedikit keuntungan waktu bagi Yayasan Graha Ilmu, sehingga pengerjaan gedung bisa berjalan lancar. Walau belum sempurna, kami berharap Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan di komplek ini. Sejauh ini sumber dana masih mengunakan sumber dana pribadi dan Yayasan untuk pembangunan sekarang ini,” ujar Isna.

Dia berharap banyak yang tergerak hatinya untuk membantu.

“Kami bukan yayasan besar, namun insya Allah semangat dan dedikasi kami dalam memberikan pilihan pendidikan yang ramah anak, serta memberikan ruang bagi anak untuk menggali potensi mereka masing-masing, tak usah diragukan. Sesuai dengan semboyan kami ‘pengajaran dari hati (pengajar) maka akan sampai ke hati (siswa)’.”

Isna juga berharap semoga mereka bisa terus berkontribusi positif pada perkembangan dunia pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.

“Terutama dalam menumbuhkan anak didik yang memiliki kepedulian sosial tinggi, kepemimpinan universal, dan kemampuan problem solving dalam kehidupan mereka sehari-sehari.”

Kepala SD Al A’raf Sukri Adani mengatakan gedung baru adalah perwujudan cita-cita SD Al A’raf dan Yayasan Graha Ilmu sebagai anak bangsa dalam mencerdaskan generasi mendatang.

“Semoga gedung baru ini menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk think, experience and grow,” ujar ahli linguistik yang baru beberapa bulan kembali bermukim di Blangpidie, setelah menyelesaikan pendidikan doktoral di Inggris.

Al A’raf Akan Terus Dikembangkan

Sementara Sekretaris Yayasan Graha Ilmu Dien Fitrianti Mutia mengungkapkan rencana pengembangan lembaganya.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Setelah PAUD, TK dan SD, kami akan meneruskan melayani masyarakat Abdya dengan sarana pendidikan tingkat menengah dan tinggi. Insya Allah tahun-tahun berikutnya akan menyusul didirikan SMP, SMA bahkan Universitas Al A’raf.”

Ibu empat anak ini yakin kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat adalah bentuk pendidikan terbaik bagi anak.

“It needs a village to raise a child,” katanya mengutip sebuah pepatah Afrika kuno tentang pendidikan ideal. “Setiap unsur masyarakat harus terlibat, jika kita ingin anak-anak sukses menjadi insan kamil. Kami di Al A’raf tidak akan pernah berhenti memperjuangkan hal itu.”

Dari jendela kelas mereka, kini siswa-siswi SD Al A’raf dapat menikmati pemandangan burung kuntul putih bersih terbang berkawan-kawan. Angin sejuk yang membawa harumnya daun padi bertiup masuk jendela. Belajar di tengah alam Abdya yang permai, para siswa akan betah dan penuh semangat.

Akhirnya, seperti kata Ibu Ria, “Selamat dan sukses untuk SD AL A’raf, semoga dengan berdirinya gedung baru ini menambah semangat anak2 dan para Miss dalam proses belajar mengajar. Sukses untuk SD Al A’raf!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.