Setahun Kemudian, Aceh Barat Daya Dalam Satu Sentuhan

0
495

Kepala BAPPEDA Aceh Barat Daya, Weri mengatakan satu tahun kedepan di bawah kepemimpinan Bupati Jufri Hasanuddin dan Wakil Bupati Yusrizal Razali akan berada pada satu sentuhan.
Hal tersebut disampaikannya pada acara Konsolidasi Bupati dengan para camat dan geuchik gampong lokasi pilot project program sistem administrasi dan infromasi gampong, yang digelar kemarin, Selasa 1 oktober sekitar pukul 14:45 WIB.
Pada kesempatan tersebut Weri juga memperkenalkan Fasilitator Kabupaten serta fasilitator teknis dan fasilitator desa yang akan turun ke gampong gampong berdasarkan tugas kepada para camat dan geuchik.
Sistem administrasi dan sistem informasi gampong berbasis teknologi ini sudah ada di kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB), apalagi beberapa waktu lalu sudah melihat langsung program tersebut di sana.
Selama ini Bappeda Aceh Barat daya sangat sulit membuat perencanaan pembangunan, lantaran kekurangan data akurat. Kalau di Kabupaten Dompu perencanaan pembangunan sangat mudah, karena semua data lengkap ada di internet. Database yang ada di kabupaten Dompu adalah database terbaik yang pernah kami lihat,” ungkap Weri lagi.
Mulai hari (kemarin.red) tim tersebut akan diturunkan ke gampong-gampong guna melakukan pendataan kemiskinan. Program tersebut yang bekerjasama dengan Local Governance Innovations for Communities in Aceh Phase II (LOGICA2) yang sepenuhnya ditangguh oleh Australian AID.
BAPPEDA sebagai link sektor berkeyakinan bahwa program tersebut lebih baik dari kabupaten Dompu. “Kekurangan disana akan kita jadikan kelebihan disini,” ujar Weri.
Apalagi, fasilitator sebagai motor pengerak dalam mengsukseskan program Aceh Barat Daya dalam satu santuhan tersebut akan ditraining serta akan belajar di Dompu. “Setelah mereka belajar disana baru kita terapkan disini.”
Fokus program tentang pemetaan kemiskinan yang berbasis sistem administrasi dan informasi gampong ini mengali data dari akar-akarnya tentang indikator kemiskinan. “antara satu gampong dengan gampong lainnya itu indikator kemiskinannya akan berbeda,” papar Weri.
Program tersebut untuk tahun ini akan dilaksanakan di empat kecamatan yaitu kecamatan Babahrot, kecamatan Kuala Batee, kecamatan Jeumpa dan kecamatan Manggeng yang terdiri dari 52 gampong. Setelah program ini selesai akan ketahuan siapa penduduk miskin dan siapa yang tidak mendapatkan raskin.
“Pendataan ini akan kita tahu sampai warna atap rumah serta barang apapun yang dimiliki didalam rumah, kesemuanya akan terkemas dalam satu sentuhan karena ini akan terkoneksi kesemuanya. Apalagi untuk membuat surat keterangan hanya diperlukan waktu satu menit empat puluh sembilan detik,” papar Weri pada acara yang digelar di pendopo Bupati tersebut.
Program ini akan berhasil di Aceh Barat Daya, kalau Dompu memerlukan waktu tujuh tahun, maka Aceh Barat Daya tidak lebih dari dua tahun. Kata Weri sambil menambahkan “Karena dengan komunikasi kita bisa bangun database di Aceh Barat Daya.” || Nasruddin Muhammad Jalil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.