Inspirasi dari Karang Bajo

0
543

Wakil Bupati Aceh Barat Daya Yusrizal Razali tak kuasa menahan suka. Kertamalip, Kepala Desa Karang Bajo, sedang semangat menjelaskan potensi desanya. Karang Bajo di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, kini menjadi percontohan Sistem Informasi Desa (SID).
Hari itu, 23 Oktober 2013, Yusrizal Razali bersama tim Pemerintah Aceh Barat Daya dijamu suguhan ala kampung di aula desa. Sambutan hangat serta cemilan pisang, jagung dan kacang rebus, seperti diakui Yusrizal, “Ibarat pulang ke kampung sendiri.”
Proses menghadirkan SID ke Karang Bajo dibantu fasilitator dari Access (Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme). Desa itu, mengembangkan SID yang terbuka dan transparan dengan sinergi data baik online ataupun offline.
Salah satu manfaat dari SID, Karang Bajo menjadi salah satu desa siaga aktif. Kertamalip memaparkan, SID Karang Bajo disiarkan melalui radio komunitas Primadona, website, buletin komunitas dan beberapa media alternatif lainnya. “Bila ingin mengenal Desa Karang Bajo cukup dengan mengeklik beberapa situs web,” ujar Kertamalip.
Usai pertemuan, Yusrizal Razali mengaku sangat terkesan. “Kita ingin silaturahmi dan tukar pengalaman proses mengelola informasi secara terbuka kepada publik,” ujar Yusrizal. Sepulang dari sini, kata dia, hal serupa akan dikembangkan di Aceh Barat Daya.
Sebelum ke Karang Bajo, Yusrizal dan tim terlebih dulu disambut Wakil Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar di aula kantor Bappeda setempat. Najmul menyebutkan, lewat beberapa strategi pemberdayaan masyarakat oleh SKPD, kini angka kemiskinan di sana berkurang secara bertahap dan melebihi traget yang direncanakan, 2,5 persen per tahun. “Angka ini melebihi target karena setiap SKPD diwajibkan membuat program pengentasan kemiskinan,” ungkap Najmul.
Terkait Program SAID dan pemetaan apresiatif di Lombok Utara, Najmul menggambarkan dalam setahun terakhir, hampir semua desa telah melakukan pemetaan apresiatif. “Peta apresiatif dipergunakan sebagai data perbaikan pelayanan publik dan penanganan bencana,” ungkapnya.
Najmul mengatakan, Pemerintah Lombok Utara banyak berdialog dengan masyarakat untuk mendapatkan masukan tentang ide perbaikan agar kabupaten itu kian baik. Upaya-upaya pemberdayaan warga dilakukan terus-menerus dengan memperkuat para kader desa untuk membangun kesadaran dan tangggung jawab membangun desa.
Selain Lombok Utara, Yusrizal Razali berkesempatan pula menggali informasi di Desa Semparu, Kopang, Lombok Tengah. “Saya terkesan, para kader di Lombok Utara maupun Lombok Tengah sangat ikhlas membangun desa. Saya dengar juga hal serupa dari tim kami yang datang ke Giri Sasak dan Kuripan Selatan di Lombok Barat. Benar-benar menginspirasi kami.” *** (Tulisan ini dimuat di rubrik “Laporan Utama” Tabloid Sigupai edisi III tahun 2013)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.