JEMBATAN gantung penghubung antardesa di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, putus sekitar sekitar pukul 20.00 WIB pada Selasa malam, 11 Desember 2018. Jarak jembatan ini dengan pusat kota Meulaboh sekitar 39 kilometer atau sejam berkendara.

Akibatnya, dua desa yakni Alue Keumang dan Babah Lueng terancam terisolir. Dari sebuah foto yang diterima KBA.ONE, terlihat abutment dan badan jembatan gantung itu kini berada di dalam sungai.

Geuchik Alue Keumang Zulkifli saat dihubungi lewat telepon seluler mengatakan insiden itu membuat lalu lintas warga sekitar terganggu. “Proses belajar mengajar di SD Alue Keumang juga terhambat,” ujarnya saat dihubungi pada Rabu, 12 Desember 2018.

Ia menyebutkan, anak-anak dari luar desa yang hendak bersekolah terpaksa meliburkan diri. Begitupun sebaliknya, guru yang hendak mengajar tak bisa melintas. “Ada jalan alternatif untuk keluar dari desa tapi membutuhkan waktu cukup lama dan jalannya pun masih berkerikil. Ditakutkan jika anak-anak yang membawa sepeda motor akan mengalami kecelakaan jika melewati jalan itu,” ungkapnya.

Selain itu, jembatan putus juga menyebabkan aliran listrik ke dua gampong padam total sejak Selasa malam. “Listrik padam total karena PLN mengikat kawat [ke] tiang jembatan. Tiang milik PLN sudah lama jatuh ke sungai akibat erosi, kita sudah sampaikan kepada PLN untuk buat tiang baru, tapi belum dibuat,” ujarnya.

Soal jembatan tersebut, tambahnya, warga sudah sering mengadukan kepada pemerintah. “Kita sudah lama adukan soal jembatan ke pemerintah, tapi tak ada respon. Dengan kejadian ini semoga cepat diperbaiki.”[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Masukkan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.