Jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP covid 19 di Aceh hingga Selasa, 7 April 2020, pukul 15.00 WIB, bertambah 43 sehingga totalnya sekarang 1.282 kasus.

Dari jumlah itu, 678 ODP telah selesai pemantauan dan 604 lainnya masih dalam proses.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan atau PDP, kata juru bicara penanganan covid 19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, sebanyak 57 kasus.

“Bertambah dua kasus dibandingkan kemarin (Senin), 55 kasus,” ujar Saifullah dalam keterangan tertulis.

Dari jumlah itu, sembilan pasien masih dirawat di rumah sakit rujukan provinsi dan kabupaten kota.

“Termasuk satu pasien yang terkonfirmasi positif covid 19, sedangkan 46 orang lainnya telah diperbolehkan pulang.”

Di antara 46 pasien yang perbolehkan pulang oleh tim medis, kata Saifullah, tiga di antaranya dinyatakan sembuh dari corona virus.

Tim medis menganjurkan mereka untuk istirahat di rumah selama 14 hari ke depan dalam rangka penyembuhan total.

Saifullah menambahkan, dengan sembuhnya ketiga pasien tersebut, hingga saat ini di Aceh ada dua orang yang positif mengidap covid 19.

Satu orang masih dalam penanganan medis di RSUZA, satu lagi telah meninggal dunia pada Maret lalu.

Saifullah mengatakan informasi jumlah ODP dan PDP di Aceh yang diperbarui tersebut merupakan akumulasi kasus yang dicatat dan dilaporkan gugus tugas covid 19 dari 23 kabupaten dan kota.

Jangan Kucilkan ODP dan PDP

Penyakit covid 19, kata Saifullah, bukanlah aib bagi diri dan keluarga tetapi musibah. Maka dari itu, setiap ODP maupun PDP wajib berikhtiar untuk sembuh.

“Caranya datang ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Jawab setiap pertanyaan tenaga kesehatan sejujur-jujurnya supaya diagnosanya tepat dan pengobatan efektif.”

Di sisi lain, Saifullah mengimbau masyarakat tidak perlu menyikapi berlebihan bila ada warganya yang baru tiba dari wilayah penularan covid-19, baik dari dalam maupun dari luar negari.

“Yang penting mereka melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dan menjaga jarak antarsesama atau physical distancing,” ujarnya.

Selain itu, kata Saifullah, bagi orang yang memiliki keluarga dan tetangga yang berstatus ODP atau PDP agar tidak menyikapi secara berlebihan seperti mengucilkan.

“Beri dukungan dengan mendorongnya berobat, mendukung isolasi mandiri, dan menjaga jarak saja. Menunjukkan sikap mengucilkan dapat menyebabkan ODP atau PDP itu menutup diri dan enggan berobat, sementara penularan bisa terus terjadi dan meluas.”[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Masukkan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.