RIUH tepuk tangan di ujung sebuah puisi terdengar di balik dindingnya tinggi bergambar ombak di Pelabuhan Belawan. Ini adalah bagian dari acara penyambutan KRI Dewa Ruci milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut yang singgah usai memeriahkan Sail Sabang, pekan lalu.
Pelabuhan itu terletak di seberang Stasiun Kereta Api Belawan–stasiun ini hanya beroperasi sebagai pengantar gerbong minyak–di salah satu pusat pelabuhan penting di Sumatera bagian utara. Pelabuhan itu bernama Pelabuhan Bandar Deli, tempat kapal yang mengangkut penumpang. Pada Rabu-Kamis lalu, di sini digelar bazar sebagai bagian dari penyambutan Dewa Ruci.
Anak sekolahan dengan berbagai macam seragam dan perlengkapan mengantre didampingi guru mereka. Sebagian mengikuti lomba, sebagian lagi datang untuk memberikan dukungan untuk teman-teman mereka. Sedangkan pengunjung lainnya tampak antusias, mereka menjelajahi kapal yang sekilas hanya ada di film bajak laut; Pirates of Carribean.
Kapal berlayar putih ini merupakan kapal perang yang digunakan Indonesia sejak 1953. Masih dioperasikan secara manual dengan tenaga awak kapal yang siap mengendalikan arah angin menggunakan layar. Di atas kapal terasa sedikit sesak. Kapal ini tidak terlalu besar. Daya tampungnya hanya sedikit. Tidak semua pengunjung hari itu dapat masuk bersama-sama.
Keindahan interior kapal adalah latar yang cantik untuk berswafoto. Demikian juga di bagian luar kapal tersebut. Kedatangan kapal itu juga mengundang decak kagum beberapa tarunan dari sekolah maritim. Di ruang kendali, mereka dengan mendengar langsung cerita tentang Dewa Ruci yang melegenda itu. “Ini kapal sudah lama sekali, dan satu-satunya. Sekarang digantikan dengan kapal Bima Suci,” kata salah satu awak kapal, Saprijan.
Saprijan juga menjelaskan cara menggunakan beberapa peralatan yang ada di atas kapal seperti roda kemudi, kompas manual, dan kompas digital. Acara ini digelar oleh Pelindo 1 bekerja sama dengan Bangun Bahari Foundation dan Pustaka Terapung Belawan. Dalam kesempatan ini, mereka juga menggelar beberapa perlombaan kreatif yang bisa diikuti oleh kalangan pelajar dan umum dan menjadikannya wisata sejarah.
Ada beberapa lomba yang diadakan , seperti lomba baca puisi, fotografi, dan videografi yang mengusung tema tentang Kejayaan Maritim Nusantara. “Kita berupaya untuk mengenalkan kapal Dewaruci sebagai warisan budaya kemaritiman nasional,” ujar Eriansyah, Corporate Secretary Pelindo 1 kepada KBA.
Perjalanan ini merupakan yang terakhir bagi KRI Dewaruci setelah sekitar 64 tahun mengemban misi pelatihan dan budaya di berbagai negara. Dewaruci berlayar hingga lebih ke 30 negara. Bendera dari negara-negara yang telah dikunjungi pun ikut dipajang di layar kapal. Tampak di antaranya bendera Spanyol, Saudi Arabia, Australia, Maroko, dan Amerika Serikat. Hari itu, sepertinya semua berkeinginan untuk penjelajah bahari. KBA.ONE

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Masukkan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.