GUBERNUR Aceh Irwandi Yusuf akan mengeluarkan peraturan untuk melarang seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Aceh mengekspor CPO (Clude Palm Oil) mentah ke luar daerah Aceh. “Bukan lagi CPO tapi kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini,” ujar Irwandi saat meresmikan Kota Suka Makmue sebagai pusat perkantoran Kabupaten Nagan Raya, Selasa, 29 Agustus 2017.

Nagan Raya merupakan daerah penghasil CPO terbesar di Aceh. Per harinya sekitar 150 ton CPO dikeluarkan dari daerah yang dimekarkan pada 2002 tersebut.

Irwandi menginginkan di Aceh bukan hanya dibangun pabrik CPO melainkan Refinery atau pabrik pengolahan kelapa sawit. Hal tersebut karena Irwandi menginginkan Aceh bisa mengekspor langsung produk jadi ke luar daerah Aceh. “Yang saya inginkan bukan CPO, tapi hasil akhir dari CPO ini. Kita harus bisa mengekspor barang jadi dari sini. Nilai tambahnya di Nagan–Aceh, bukan di negara lain,” ujar Irwandi.

Sebelumnya, Irwandi menegaskan membangun refinery di Aceh Barat Daya. Ia meminta Bupati Akmal Ibrahim menunjukan hasil CPO di daerah tersebut lebih banyak dari Nagan Raya. Jika tidak, Irwandi akan mengalihkan pembangunan refinery ke Nagan Raya. “Di sana (Abdya) mungkin kita bangun tapi lebih kecil,” ujar Irwandi. Rencana pembangunan refinery akan dimulai tahun depan dan ditargetkan ekspor perdana pada 2021.

Pernyataan Irwandi tersebut merujuk pada Bupati Nagan Raya Zulkarnaini yang berujar produksi CPO di Nagan Raya lebih besar ketimbang Abdya. Karena itu, Zulkarnaini meminta Pemerintah Aceh juga membangun pabrik serupa yang dijanjikannya di Abdya.

Irwandi juga meminta agar seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Nagan Raya wajib mengeluarkan dana CSR yang programnya disepakati Pemda setempat. Kepada masyarakat yang memiliki kebun sawit diminta untuk tidak lupa berzakat.

Irwandi menyebutkan dengan diresmikan Suka Makmue sebagai Ibu Kota Nagan Raya harus ikut dibarengi dengan semangat memelihara dan menjaga sehingga menjadi daerah yang baik. Irwandi meminta Pemkab Nagan Raya melengkapi juga pembangunan fasilitas publik. “Kualitas pelayanan harus menjadi perhatian utama. Masyarakat harus terlayani dengan baik,” ujar Irwandi.

Nagan Raya semenjak pertama terbentuk pada 2002 lalu terus berada di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnaini. Ia disebut Irwandi sebagai penggagas, perancang dan pelaku pembangunan di Nagan Raya hingga daerah ini berlubang. “Jasa Pon Bang (sapaan Bupati Zulkarnaini) tidak bisa kita lupakan,” kata Irwandi. Ia akan membantu sepenuhnya pembangunan Nagan Raya sehingga visi terwujudnya Aceh Hebat bisa terlaksana.

Bupati Nagan Raya, Zulkarnaini menyebutkan dijadikannya Suka Makmue sebagai Ibu Kota Kabupaten Nagan Raya karena letaknya yang strategis. “Dengan pertimbangan letaknya strategis yaitu berada di tengah pusat wilayah Nagan Raya maka kemudian Suka Makmue kita pilih sebagai lokasi pembangunan,” ujar Zulkarnain.

Selain itu, biaya pembebasan lahan lebih kecil karena daerah pembangunan merupakan tanah negara yang kemudian dibebaskan. Pembebasan lahan yang dimulai sejak 2002 dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur hingga hari ini sudah menghabiskan Rp312 miliar yang berasal dari APBK, APBA dan otsus Nagan Raya. “Sebanyak 70 persen pembangunan sudah selesai. Harapan kita bupati ke depan melanjutkan pembangunan Suka Makmue,” ujar Zulkarnaini.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Masukkan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.