PROGRAM┬átahunan PAUD-TK-SD Al Araf ini dilangsungkan pada Sabtu, 16 Maret 2019 di Aula PPMG Dinas Pendidikan Abdya. Mengusung tema “Creativity Takes You Far”, Market Day kali ini juga mengetengahkan Auction for Charity (Lelang Amal). Barang-barang yang dilelang merupakan karya para guru dan siswa. Hasilnya seluruhnya didonasikan pada BFLF (Blood For Life Foundation) untuk digunakan mendukung program-program kemanusiaan BFLF.

Wakil Bupati Abdya Muslizar MT yang berkesempatan hadir pada acara ini sangat mengapresiasi usaha Sekolah Al Araf untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi putra-putri Abdya. “Pembelajaran life skill seperti Market Day yang di Abdya dipelopori Al A’raf ini merupakan program alternatif yang sangat positif. Kita tahu, Rasulullah juga seorang pedagang, sehingga memperkenalkan profesi seperti ini dampaknya tentu baik bagi pengembangan pengetahuan anak-anak kita.”

Pada kesempatan ini, Sekolah Al Araf yg diwakili oleh empat siswa SD Al Araf yaitu Lintang, Daffa, Ufaira dan Dilla, menyerahkan donasi secara simbolik pada Ketua BFLF Abdya, Nasruddin.

Didirikan pada 2014, Sekolah Al Araf dimulai dari PAUD/TK yang berlokasi di Geulumpang Payong. Dari jumlah siswa 54 orang, kini telah berkembang menjadi 112 siswa untuk tingkat Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak. Pada 2018 lahir “adik bungsu” Al Araf: SD Bilingual Al Araf. Sejak tahun pertama, Al Araf telah meluncurkan program-program “terobosan” sebagai pelopor pembaharuan dan menjadi ilham bagi sekolah-sekolah lain di Abdya untuk menjalankan program serupa.

Al Araf adalah satu-satunya sekolah bilingual di Aceh Barat Daya dengan program terintegrasi antara pendidikan agama, akhlak, dan kognitif dengan metode pembiasaan. “Kemampuan berbahasa asing sangat penting bagi daya saing siswa di dunia global. Karena itu kami berkomitmen untuk menjadikan siswi-siswa kami fasih berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, dan bahasa Arab, yang masih dalam tahap pengenalan kosa kata,” kata Plt Kepala Sekolah SD Bilingual Al Araf, Dien Fitrianti.

“Kami juga banyak mengenalkan “first hand science” dengan sebanyak mungkin mengadakan eksperimen sains sederhana bersama siswa. Tidak hanya di SD, tapi sudah dimulai sejak TK,” imbuh Dian Guci, Kepala TK Al Araf. Baik Dien Fitrianti mau pun Dian Guci sama-sama mengakui bahwa “first hand experiments” mampu meningkatkan minat siswa secara cukup signifikan.

“Tingkat pemahaman mereka akan basic science pun membaik, mereka sanggup menjelaskan fenomena global warming dan kaitannya dengan gaya hidup boros, memiliki kendaraan lebih dari sebuah.” Kata Dien Fitrianti lagi.

“Kami berharap, di masa yang akan datang Al Araf bisa menjadi laboratorium pendidikan yang bermutu. Kami terbuka untuk masukan dan saran demi perbaikan sistem pendidikan di Abdya.”[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berkomentar
Masukkan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.