STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Peusijuek Ketua Barunya

0
145
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Peusijuek Ketua Barunya
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Peusijuek Ketua Barunya.@Istimewa

Sigupai.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri atau STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh melakukan peusijuek ketua barunya, Dr Inayatillah, M.Ag, Selasa, 15 Januari 2019.

Ini kali pertama Inayatillah bertugas sejak dilantik sebagai Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh periode 2019-2023. Inayatillah resmi dilantik Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, pada 7 Januari 2019, di kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan, Arif Idris mengatakan prosesi peusijuek sebagai bentuk kemuliaan dari civitas akademika menyambut Ketua STAIN baru.

“Hari ini, ibu telah menjadi keluarga STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, sekaligus nahkodanya,” ujar Arif.

Dia berharap, pergantian pimpinan dapat berdampak positif terhadap pembangunan kampus ke depan. Terutama peningkatan kualitas menuju alih status menjadi Institut Agama Islam Negeri atau IAIN.

“Membenahi apa-apa yang kurang dan melanjutkan apa yang telah berjalan dengan baik,” harap Arif.

Selain Arif, mantan Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar berharap Inayatillah dapat menumbuhkan semangat baru dalam peningkatan pelayanan akademik. Selain itu, kata Syamsuar, juga dapat mempercepat peralihan status STAIN menjadi IAIN.

"<yoastmark

Kegiatan peusijuek yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan tersebut, dihadiri seluruh dosen dan tenaga kependidikan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Setelah peusijuek, Inayatillah didampingi Syamsuar, Arif, Wakil Ketua II Syarifah Rohana, Wakil Ketua III Erizar dan Kabag AUAK Suharman, berkunjung ke tiap unit kerja. Usai bersilaturahmi dengan unit kerja, Inayatillah memimpin rapat terbatas dengan unsur pimpinan kampus.

Sejarah STAIN Dirundeng

Seperti dikutip dari situs resminya, cikal bakal STAIND Dirundeng bermula sejak 1983 ketika para ulama, pemuka masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat merintis yayasan pendidikan untuk mendirikan perguruan tinggi swasta.

Setahun kemudian, yayasan berdiri. Namanya, Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng Meulaboh. Langkah awal yayasan adalah mendirikan Sekolah Pembangunan Pertanian lalu Akademi Pertanian Meulaboh. Selanjutnya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Teungku Chik Dirundeng Meulaboh.

Lembaga pendidikan tersebut bersifat umum dan kejuruan, sehingga dirasa perlu diimbangi dengan pendidikan agama. Para ulama dan tokoh masyarakat yang dimotori Departemen Agama Kabupaten Aceh Barat, MUI dan Korps Alumni IAIN Ar-Raniry Aceh Barat kemudian memprakarsai berdirinya Fakultas Tarbiyah di Meulaboh.

Rumusan hasil kesepakatan diajukan kepada yayasan dan disepakati pendirian fakultas tersebut pada 2 Januari 1985. Peresmian fakultas dilakukan Bupati Aceh Barat saat itu, Malik Ridwan Badai.

Setahun kemudian, fakultas mendapat status izin operasional dari Kopertais Wilyah V Aceh. Sejak itu pula proses administrasi dan akademik dilaksanakan. Pada 1990 fakultas memperoleh status resmi “terdaftar” dari Menteri Agama dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Teungku Dirundeng Meulaboh.

Pada 2003 terjadi lagi perubahan status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Teungku Dirundeng, seiring dengan dibukanya dua jurusan baru: muamalah dan komunikasi penyiaran Islam. Lalu pada pada 2014, STAI Teungku Dirundeng Meulaboh berubah status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.