Lagu Ciptaan Musisi Abdya ini Dinyanyikan Ruth Sahanaya

3
4790
Lagu Ciptaan Musisi Abdya
Fahmi Ayus. @Dok Tabloid Sigupai

Lagu ciptaan musisi Aceh Barat Daya (Abdya) ini pernah dinyanyikan diva kondang Indonesia, Ruth Sahanaya. Ia mempelajari not balok secara otodidak.

Aceh Barat Daya patut berbangga punya musisi sekaliber ini. Namanya Fahmi Ayus.

Fahmi mulanya menyukai musik hanya sebatas hobi semata. Namun, secara otodidak ia mengasah kemampuannya bermusik. Dari tangannya kemudian lahir beberapa lagu berkaliber nasional.

Fahmi terinspirasi akan musik sejak ia kecil. Kala itu, ia kerap mendengar biduan Malaysia mendendangkan lagu Melayu lewat radio.

“Radio yang paling bagus siarannya waktu itu dari Malaysia,” ujar Fahmi ketika ditemui Oktober tahun lalu.

Pada 1975, ia mulai serius menekuni musik. Fahmi berangkat ke Medan untuk rekaman album perdana.

Tujuan Fahmi membuat album demi membuktikan eksistensinya dalam bermusik. Ia mengambil kredit di bank sebagai modal rekaman.

Album perdana beraliran Melayu itu pun tercetak.

Sejak saat itu ia terus berkarya, menciptakan lagu demi lagu. Salah satunya, Mars Abdya. Lagu ciptaan musisi Abdya kelahiran Manggeng tersebut kini menjadi hymne wajib kabupaten tersebut.

Di dalam lagu itu Fahmi mengajak seluruh generasi membangun Bumi Persada, julukan lain Aceh Barat Daya yang juga kerap disebut Bumoe Breuh Sigupai.

Selain itu, Fahmi juga menciptakan lagu Aceh Membangun. Lagu ini dinyanyikan diva pop Indonesia Ruth Sahanaya di sebuah stasiun televisi nasional.

“Pada saat itu luar biasa bangga dan sangat berkesan buat saya. Karena karya saya dinyanyikan oleh seorang diva, ini terus terkenang bagi saya dan tak ‘kan terlupakan,” ujarnya.

Bisa Membaca Not Balok

Walau tak pernah mengecap pendidikan musik secara formal, Fahmi mampu membaca not balok.

Pada 2013, pemerintah provinsi meminta Fahmi untuk mengajar para guru musik dari seluruh Aceh. Padahal, semua guru musik tersebut terdidik secara formal dan paham not balok.

Namun, di sinilah pengalaman Fahmi diuji. Sebagai tutor, ia mampu menjawab semua pertanyaan dari para peserta selama 15 hari pelatihan.

“Sampai teknik-teknik pengenalan suara saya sampaikan kepada mereka. Peserta mengapresiasi saya karena dianggap telah mampu mentransfer pengetahuan bermusik secara baik,” ujar Fahmi.

Fahmi pernah didapuk sebagai dewan juri lomba paduan suara Pekan Kebudayaan Aceh keenam di Banda Aceh.

Padahal, Fahmi hanya seorang pegawai biasa di Aceh Barat Daya saat para juri yang lain berstatus sebagai guru musik di daerah mereka masing-masing,

Dorongan Keluarga

Dorongan Fahmi Ayus tetap bermusik datang dari keluarga dan teman-temannya. “Mereka selalu bersama dalam kegiatan-kegiatan bermusik saya,” ujarnya.

Namun, penyuka gambus ini mengakui karier bermusiknya pernah pasang surut. Bagi Fahmi, tetap berkreasi untuk kesenian tak pernah membuatnya berhenti selama ia bisa.

Menurut Fahmi, berkreasi lewat musik setidaknya harus ditunjang oleh bakat. Sesudah itu, harus ada kemauan kuat untuk belajar musik.

Hal itu yang dilakukan Fahmi sehingga bisa membaca not balok. Ia melahap semua ilmu yang didapat dari pelatihan-pelatihan. Ia mencatat teori dan praktik yang belum diketahui lalu mempelajarinya sendiri.

Di sisi lain, Fahmi juga berusaha mempelajari semua alat musik.

Usai melahirkan dua album, dia kini mengajarkan musik untuk anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Baginya, menyalurkan ilmu kepada generasi muda sebuah kebanggaan. Fahmi mengajarkan anak-anak itu cara menggunakan beragam alat musik mulai dari nol.

Fahmi punya impian bersama para musisi lainnya untuk membesarkan khazanah musik Aceh Barat Daya.

Selain itu, Fahmi juga ingin membuat lagu religi sebagai ikon Aceh Barat Daya. Ia sudah menyurvei ke daerah-daerah lain di Aceh, belum ada lagu religi seperti itu.

“Jadi, ketika orang mendengar lagu ini, mereka teringat Aceh Barat Daya,” ujar Fahmi.

Alasan Fahmi memilih musik religi karena liriknya mengandung pesan-pesan moral sehingga mudah diterima oleh masyarakat.[] (Hery FM dan Tim Sigupai)

~ Tabloid Sigupai edisi Oktober tahun 2013 menayangkan artikel ini untuk yang pertama kali

~ Fahmi Ayus meninggal dunia pada Jumat, 24 Agustus 2018. Dilansir dari Analisa Daily, almarhum berpulang ke rahmatullah akibat mengalami komplikasi penyakit diabetes, stroke dan darah tinggi selama beberapa tahun terakhir. 

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.